Oray-orayan

Permainan Oray-orayan (ular-ularan) adalah permainan yang riang dan memadukan unsur gerakan dan suara, permainan tradisional sunda ini biasa dimainkan oleh banyak anak.

Cara Memainkan Permainan Oray-orayan; Dua orang anak saling berpegangan tangan membentuk seperti gerbang, dua orang tersebut memilih akan menjadi “bulan” atau “bintang”. (dirahasiakan dari pemain lain.)

Kemudian pemain lain berbaris beruntun sambil memegang pundak orang di depannya dan maju melewati gerbang tadi. Orang paling depan disebut hulu (kepala) dan yang paling belakang disebut buntut (ekor). setiap pemain mengikuti langkah dari si hulu ular sambil bernyayi bersama dengan syair.

Lirik Lagu Oray-Orayan:

Oray orayan, luar léor mapay sawah,
Entong ka sawah, Paréna keur sedeng beukah.

Orang-orayan
Luar-léor mapay kebon
Entong ka kebon, di kebon loba nu ngangon.

Mending gé ka leuwi, di leuwi loba nu mandi
Saha anu mandi
Anu mandina pandeuri.

Oray-orayan
Oray naon? Oray Bungka
Bungka naon? bungka laut
Laut naon? Laut dipa
Dipa naon? Dipandeuri riririri … Jleepp (bulan dan bintang menangkap mangsanya)

Ketika berada di ujung lagi, pada syair “riririririri …. “ kedua pemain yang menjadi gerbang tadi akan menurunkan tangannya dan menangkap seorang pemain, setelah tertangkap pemain harus memilih bulan atau bintang, bila si pemain misalnya memilih bulan, dia akan berdiri di belakang bulan, pun sebaliknya.

Permainan dilanjutkan sampai semua pemain tertangkap, nantinya akan membentuk tim bulan dan tim bintang yang akan beradu kekuatan dengan saling tarik menarik tangan (seperti tarik tambang)

Versi lain dari cara memainkan permainan oray-orayan adalah pemain paling depan harus menangkap pemain paling belakang, dan pemain lain akan menghalang-halangi kepala ular agar tidak menyentuh anak paling belakang tersebut.


Sumber : https://salamadian.com/permainan-tradisional-sunda-jawa-barat/