Olahraga dan Kesehatan

Status sehat seseorang berada antara dua kutub yaitu “kutub positif/sehat optimal” dan “kutub negatif”, yang bersifat dinamis/berubah-ubah.  Penyakit, rasa sakit dan kondisi yang melemahkan adalah kutub negatif yang jelas mengurangi kondisi sehat optimal seseorang.  Wellness/sejahtera merupakan komponen positif dari sehat optimal. Sejahtera menggambarkan bagaimana persepsi diri tentang sehat, orang yang sejahtera merasakan senang/puas dalam bekerja, terpenuhinya kepuasan rohani, menikmati waktu luang, dan memiliki fisik yang prima, terlibat dalam hubungan sosial, dan memiliki emosional yang positif,  dan dia merasa hidup yang bahagia dan penuh arti.

Namun demikian meskipun terdapat banyak pengertian sehat, namun konsep sehat tidaklah baku, dan tidak dapat diterima secara mutlak dan umum.  Apa yang dianggap normal oleh seseorang masih mungkin dinilai berbeda oleh orang lain.  Masing-masing orang memiliki patokan tersendiri dalam mengartikan sehat.  Sehat tidak dapat diartikan sesuatu yang statis/tetap pada kondisi tertentu, tetapi sehat merupakan suatu kondisi yang fleksibel yang selalu berayun dari mendekati atau menjauhi suatu kutub sehat tertentu.  Seseorang akan cenderung menjaga keseimbangan badan dan fungsi-fungsinya terhadap kekuatan yang cenderung menganggunya, dia akan bekerja secara aktif untuk mempertahankan diri agar tetap sehat. Setiap individu memiliki kelemahan dan kekuatan. Fokus pada kekuatan dan belajar mengakomodasi kelemahan adalah kunci untuk sehat dan sejahtera.  Sehat dan sejahtera adalah sesuatu yang multidimensional.  Dimensi dari sehat dan sejahtera adalah emosional-mental, intelektual, sosial, spiritual dan fisik.  Masing-masing dimensi dari sehat berkaitan satu dengan lainnya dan saling melengkapi seluruhnya. Kontribusi dari masing-masingnya hampir tak bisa dibedakan saat dilihat secara menyeluruh.  

Dalam kehidupan manusia, kesehatan merupakan hal yang sangat berharga. Seseorang akan dapat melakukan aktifitas dengan baik jika dalam kondisi sehat dan sebaliknya tanpa sehat seseorang akan kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-harinya.  Sehat adalah salah satu Karunia Allah diantara banyak karunia lainnya.  Seringkali kita melupakan nikmat sehat yang diberikan pada kita, saat mengalami sakit baru kita merasakan betapa bernilainya nikmat sehat itu.  

Sehat bukan hanya bebas dari penyakit atau dari sakit, Sehat menurut World Health Organizaton (WHO)  adalah sejahtera jasmani, sejahtera rohani, dan sejahtera sosial secara lengkap dan bukan sekedar tidak mengidap penyakit dan kelemahan.  Menurut UU No.23/1992 tentang kesehatan, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani), sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Berdasarkan konsep tersebut nampak, sehat tidak hanya terbatas pada sejahtera jasmani saja, tetapi sejahtera paripurna.

Sedangkan Sejahtera menurut psikologis Riff (1989) adalah suatu kondisi seseorang yang bukan hanya terbebas dari tekanan atau masalah-masalah mental saja, tetapi lebih dari itu seseorang yang mempunyai kemampuan menerima diri sendiri maupun kehidupannya di masa lalu (self acceptance), pengembangan dan pertumbuhan diri (personal growth), keyakinan bahwa hidupnya bermakna dan memiliki tujuan (purpose in life), memiliki hubungan positif dengan orang lain (positive relationship with others), kapasitas untuk mengatur kehidupannya dan lingkungannya secara efektif (environmental mastery) dan kemampuan untuk menentukan tindakannya sendiri (autonomy).

Status sehat seseorang berada antara dua kutub yaitu “kutub positif/sehat optimal” dan “kutub negatif”, yang bersifat dinamis/berubah-ubah.  Penyakit, rasa sakit dan kondisi yang melemahkan adalah kutub negatif yang jelas mengurangi kondisi sehat optimal seseorang.  Wellness/sejahtera merupakan komponen positif dari sehat optimal. Sejahtera menggambarkan bagaimana persepsi diri tentang sehat, orang yang sejahtera merasakan senang/puas dalam bekerja, terpenuhinya kepuasan rohani, menikmati waktu luang, dan memiliki fisik yang prima, terlibat dalam hubungan sosial, dan memiliki emosional yang positif,  dan dia merasa hidup yang bahagia dan penuh arti.

Namun demikian meskipun terdapat banyak pengertian sehat, namun konsep sehat tidaklah baku, dan tidak dapat diterima secara mutlak dan umum.  Apa yang dianggap normal oleh seseorang masih mungkin dinilai berbeda oleh orang lain.  Masing-masing orang memiliki patokan tersendiri dalam mengartikan sehat.  Sehat tidak dapat diartikan sesuatu yang statis/tetap pada kondisi tertentu, tetapi sehat merupakan suatu kondisi yang fleksibel yang selalu berayun dari mendekati atau menjauhi suatu kutub sehat tertentu.  Seseorang akan cenderung menjaga keseimbangan badan dan fungsi-fungsinya terhadap kekuatan yang cenderung menganggunya, dia akan bekerja secara aktif untuk mempertahankan diri agar tetap sehat. Setiap individu memiliki kelemahan dan kekuatan. Fokus pada kekuatan dan belajar mengakomodasi kelemahan adalah kunci untuk sehat dan sejahtera.  Sehat dan sejahtera adalah sesuatu yang multidimensional.  Dimensi dari sehat dan sejahtera adalah emosional-mental, intelektual, sosial, spiritual dan fisik.  Masing-masing dimensi dari sehat berkaitan satu dengan lainnya dan saling melengkapi seluruhnya. Kontribusi dari masing-masingnya hampir tak bisa dibedakan saat dilihat secara menyeluruh.

Sehat jasmani menurut ilmu faal merupakan kondisi 1. normalnya proses-proses fisiologi di dalam tubuh, 2. normalnya fungsi alat-alat tubuh dan  3. normalnya fungsi tubuh secara keseluruhan. Kondisi sehat tersebut terdapat dua tingkatan 1. Sehat statis: normalnya fungsi alat-alat tubuh pada waktu istirahat, dan 2. Sehat dinamis: normalnya alat-alat tubuh pada waktu bekerja.   Orang yang sehat dinamis pasti sehat statis tetapi belum tentu sebaliknya.

Sehat jasmani menurut ilmu faal merupakan kondisi 1. normalnya proses-proses fisiologi di dalam tubuh, 2. normalnya fungsi alat-alat tubuh dan  3. normalnya fungsi tubuh secara keseluruhan. Kondisi sehat tersebut terdapat dua tingkatan 1. Sehat statis: normalnya fungsi alat-alat tubuh pada waktu istirahat, dan 2. Sehat dinamis: normalnya alat-alat tubuh pada waktu bekerja.   Orang yang sehat dinamis pasti sehat statis tetapi belum tentu sebaliknya.

Berdasarkan sifat dan tujuannya terdapat olahraga prestasi dan olahraga rekreasi yang menjadikan olahraga sebagai tujuan, sedangkan olahraga kesehatan dan olahraga pendidikan menjadikan olahraga sebagai alat untuk mencapai tujuan.  Olahraga kesehatan melatih fungsi alat-alat tubuh secara bertahap agar tetap normal pada waktu bergerak dan dengan sendirinya juga akan tetap normal pada waktu istirahat.  Olahraga kesehatan menjadikan tubuh lebih sehat dinasmis, lebih mampu bergerak dan tidak mudah lelah.

Terdapat tiga sasaran olahraga kesehatan yaitu sasaran minimal adalah memelihara kemampuan gerak yang masih ada, bila mungkin meningkatkan kemampuan gerak tersebut dengan mengusahakan peningkatan luas pergerakan pada semua persendian. Sasaran antara adalah memelihara dan meningkatkan kemampuan otot untuk memelihara kemampuan lebih lanjut dan sasaran utama adalah memelihara kemampuan aerobik yang telah memadai atau kapasitas aerobik untuk mencapai katagori sedang.  Sasaran utama olahraga kesehatan adalah membuat orang menjadi semakin pintar dalam mengambil oksigen dengan cara melakukan olahraga aerobik secara teratur. Manfaat olahraga kesehatan aerobik antara lain:

  • perubahan pada aspek jasmani: berupa perubahan fisiologis pada persendian, otot dan tendo, susunan syaraf, darah, jantung dan pembuluh darah, olahdaya dan metabolisme, selain itu perubahan lainnya adalah lebih mampu dan lebih tahan bergerak/bekerja, tidak mudah lelah, cepat pulih dari kelelahan dan berkurangnya resiko penyakit-penyakit non infeksi
  • perubahan pada aspek rohani (emosional-mental)
  • perubahan pada aspek sosial

Ciri/sifat umum olahraga kesehatan memiliki 5 M, yaitu:

  • Massal: olahraga kesehatan harus mampu menampung sejumlah besar peserta secara bersama-sama
  • Mudah: gerakan olahraganya mudah diikuti oleh seluruh peserta
  • Murah: Peralatannya sangat minim, bahkan tanpa peralatan sama sekali
  • Meriah: mampu membangkinkan kegembiraan dan tidak membosankan
  • Manfaat dan aman: manfaatnya jelas dapat dirasakan dan aman untuk dilakukan oleh setiap peserta dengan tingkat umur dan derajat sehat dinamis yang berbeda-beda.

Saat ini mulai banyak dilakukan olahraga kesehatan di kantor-kantor, lapangan-lapangan olahraga, Mall dan tempat-tempat lainnya. Rata-rata olahraga yang dilakukan adalah senam kebugaran atau lebih dikenal dengan senam aerobik yang dianggap menarik dilakukan bersama-sama diiringi dengan musik  dengan atau tanpa menggunakan alat.

Agar gerakan-gerakan yang dilakukan saat latihan efektif  dan aman, maka volume dan intensitas latihan harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Untuk olahraga kesehatan harus diperhatikan lama waktu latihan dan denyut jantung, seperti:  senam aerobik dilakukan selama 35 menit nonstop, kecepatan gerakan mampu merangsang denyut jantung sebanyak 140 kali/menit. Jadi volumenya 35 menit dan intensitasnya berupa denyut nadi 140 kali/menit.  Denyut nadi dapat memberikan gambaran tentang kondisi seseorang.   

Rata-rata orang dewasa, normalnya jantung berdetak 60-100 kali/menit dalam kondisi istirahat. Jika lebih rendah dari itu semakin baik dan lebih efisien jantung bekerja.  Denyut nadi maksimal (DNM) adalah maksimal denyut nadi yang dilakukan pada saat melakukan aktivitas maksimal.  Denyut nadi maksimal, dapat dikatakan sebagai batas kemampuan seseorang untuk melakukan aktifitas normal, Artinya bila seseorang melakukan suatu aktifitas tidak melebihi angka DMN karena jika dipaksakan akan berbahaya bagi jantung dan organ tubuh lainnya.

Secara  tradisional untuk menentukan denyut nadi maksimal digunakan rumus 220-Usia. Untuk aktifitas fisik dengan intensitas sedang, sasaran heart Rate seseorang harus 60 s.d 80% dari DNM yang didasarkan pada usia seseorang. Contoh Sam berusia 40 tahun, baru pertama kali latihan. Intensitas latihannya yang paling aman adalah 60-65% dari denyut nadi maksimalnya. Jadi target nadi latihanya kalau menggunakan 60% DNM adalah  60% (220-40) = 60% (220-40) = 108 kali/menit. Intensitas seperti ini bagi orang yang sudah terlatih tentu sangat ringan, tetapi bagi yang latar belakangnya kurang gerak atau baru berlatih, intensitas tersebut mungkin terasa berat. 

Setiap orang bisa mengukur denyut jantungnya sendiri tanpa perlu menggunakan stetoskop. Untuk mengukur denyut jantung di rumah bisa dengan cara memeriksa denyut nadi. Tempatkan jari telunjuk dan jari tengah pada pergelangan tangan atau tiga jari pada sisi leher.  Saat merasakan denyut nadi, lihatlah jam untuk mneghitung jumlah denyut selama 15 detik. Hasil yang didapatkan di kalikan empat, maka didapatkan jumlah denyut jantung Anda per menit.

Aktifitas olahraga kesehatan tujuannya hanya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan.  Semua cabang olahraga dapat digunakan untuk memelihara kesehatan dengan memperhatikan dan menerapkan prasyaratnya. Nilai positif yang harus berkembang dari aktifitas olahraga tidak hanya jasmani tetapi juga rohani dan sosial, tidak ada yang merasa tersisih atau disisihkan karena kurang terampil, sikaya dan simiskin, tua dan muda dapat bersama-sama berolahraga.

Oleh : Dewi Wulansari, Widyaiswara LPMP Jawa Barat