Seleksi PPG Prajabatan Mandiri Dibuka November

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuka seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri yang digelar secara nasional pada November 2019. Untuk angkatan pertama, disiapkan sekitar 12.000 kuota PPG Prajabatan Mandiri yang terbuka bagi lulusan sarjana pendidikan maupun nonpendidikan.

Direktur Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwardani mengatakan, ini merupakan program studi (prodi) pertama yang seleksi pendidikan profesinya digelar secara nasional.”Kami sudah diskusi dengan rektor-rektor Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk menggelar seleksi PPG Prajabatan Mandiri November 2019,” kata Paristyanti saat dihubungiMedcom.id,di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.

Pada angkatan pertama, jumlah kuota yang disiapkan adalah 12.000 peserta PPG untuk perkuliahan yang akan dimulai pada Januari 2020. Dalam seleksi kali ini, ada sejumlah tahapan dan persyaratan seleksi yang wajib dipenuhi oleh calon pendaftar. 

Seleksi ketat dilakukan, sebab kata Paris, pemerintah tengah fokus mencari calon guru andal untuk mendukung SDM maju dan Indonesia unggul.Di antaranya syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00, kemudian peserta seleksi masih harus melalui ujian minat dan bakat yang melibatkan psikolog sebagai pengujinya.

Nantinya, sistem perkuliahan mulai dari kurikulum, modul, proses belajar hingga uji kompetensi dan kinerja juga akan dikawal secara nasional.”Karena kita sedang mencari model dan fokus pada guru yang dibutuhkan betul oleh negara,” kata Paristiyanti.

Untuk PPG Prajabatan Mandiri angkatan pertama ini akan melibatkan 63 LPTK baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Baru pada PPG Prajabatan Mandiri angkatan berikutnya jumlah LPTK yang boleh menggelar PPG akan ditambah menjadi 100 kampus.

Berarti tahun depan, akan ada tambahan sekitar 37 LPTK lagi yang boleh menggelar PPG. Untuk itu Paristiyanti mengimbau kepada LPTK memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meningkatkan kualitasnya.

Sebab untuk menggelar PPG, ada persyaratan yang harus dipenuhi LPTK, yakni mengantongi akreditasi perguruan tinggi minimal B dan akreditas prodi minimal A. “Andai akreditasi prodinya A kurang, maka akreditasi prodi B terpaksa boleh namun dengan pendampingan,” ungkap Paristiyanti.

Penambahan LPTK ini seiring dengan rencana bertambahnya kuota peserta PPG menjadi 75 ribu orang yang terbagi ke dalam empat gelombang seleksi yang dimulai pada Februari 2020. “Khususnya PPG untuk guru SD dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dua item itu yang akan menjadi fokus dan paling banyak dibuka,” ujarnya.

Sesuai data Kemendikbud, kebutuhan guru di jenjang Sekolah Dasar dan SMK adalah yang terbanyak untuk saat ini. Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SD, kata Paristiyanti, kebutuhan guru mencapai 200 ribu orang.

“Presiden menginstruksikan kepada menteri kami (Menristekdikti), bahwa seleksi guru profesional prajabatan ini harus selesai di 2023 tanpa mengurangi mutu. Makanya ini akan kita kawal secara nasional,” tegas Paristiyanti.

Untuk diketahui, sertifikat profesi guru selama ini cukup penting karena menjadi syarat utama bagi guru untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang besarannya satu kali gaji pokok untuk guru PNS, sedangkan untuk guru swasta sebesar minimal Rp1,5 juta per bulan.

Oleh : Citra Larasati
Sumber : https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/VNxZrvDk-seleksi-ppg-prajabatan-mandiri-dibuka-november