Sistem Pembelajaran dan Penilaian Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Deskripsi Pembelajaran Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahap Pendalaman Materi dan Lokakarya

Pembelajaran pada Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dikemas dalam bentuk lokakarya, seminar, kuliah, peerteaching, dan PPL sebagai satu rangkaian akademis. Selanjutnya model pembelajaran Program Studi PPG dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Pleno 1
Kegiatan pleno 1 berisi orientasi umum, yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) masing-masing LPTK. Materi pleno 1 berupa konsep dasar Pendidikan Profesi Guru (PPG), kurikulum dan sistem pembelajaran; sistem PPL dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan Sistem penilaian dan kelulusan dalam PPG.

b. Pretes PPG

Pretes dilakukan secara online dan serentak nasional untuk mengukur kemampuan awal mahasiswa khususnya terkait penguasaan materi bidang studi sesuai kurikulum yang digunakan.

c. Pleno 2

Kegiatan pleno 2 dilakukan dalam lingkup bidang studi, yang diikuti oleh mahasiswa dalam bidang studi di suatu LPTK. Kegiatan pleno 2 mencakup kegiatan pendalaman materi bidang akan diampu (bidang studi), dan persiapan lokakarya berupa penjelasan teknis lokakarya berbasis TPACK, analisis kurikulum untuk per siklus, dan pemaparan contoh-contoh perangkat dan/atau model pembelajaran.

d. Lokakarya

Kegiatan lokakarya dilakukan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran. Mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing dan guru pamong secara berkelompok berdiskusi dan bekerja untuk menyusun perangkat pembelajaran. Kegiatan lokakarya mencakup kegiatan berikut.

  • Diskusi kelas dan kelompok
    Diskusi kelas dan kelompok dilakukan untuk membagi dan menetapkan kompetensi dasar (KD) atau subKD untuk masing-masing kelompok kecil/individual.
  • Kerja Kelompok/Individual terbimbing
    Kerja Kelompok/Individual terbimbing dilakukan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran untuk masing-masing KD, berupa silabus, RPP, bahan ajar, LKS, media pembelajaran, dan perangkat penilaian.
  • Tes formatif
    Tes formatif mencakup materi seluruh KD yang dikembangkan perangkat pembelajaran ini. Tes formatif disertai dengan pendalaman materi sesuai hasil tes formatif.
  • Presentasi hasil lokakarya
    Perangkat pembelajaran yang disusun per KD oleh masing-masing mahasiswa/ kelompok kecil mahasiswa dipresentasikan dalam forum kelas untuk dikomunikasikan ke seluruh kelompok serta untuk memperoleh masukan dari kelompok lain. Dengan presentasi ini diharapkan perangkat pembelajaran seluruh KD yang telah dikembangkan dipahami oleh seluruh mahasiswa/kelompok.
  • Revisi hasil presentasi
    Revisi perangkat pembelajaran dilakukan berdasarkan hasil sharing pendapat dan masukan dalam presentasi.
  • Peerteaching/Microteaching
    Peerteaching dilakukan untuk mempraktikkan perangkat pembelajaran di depan teman/sebaya. Peerteaching dilakukan di bawah supervisi dosen pembimbing dan guru pamong
  • Penyusunan rancangan penelitian tindakan kelas
    Kegiatan ini untuk memfasilitasi peserta Program Studi PPG untuk merancang penelitian tindakan kelas yang nantinya akan diimplementasikan dalam kegitan PPL.

Kegiatan lokakarya dari diskusi kelas dalam rangka penetapan/pembagian KD/SubKD sampai dengan peerteaching dilakukan berulang (bersiklus). Jumlah siklus lokakarya bergantung banyaknya kelompok KD (misalnya kelompok KD Semester 1 Kelas X SMA, kelompok KD Semester 2 Kelas X SMA, kelompok KD Semester 1 Kelas VIII SMP, dsb). Jumlah siklus lokakarya juga bergantung pada kecukupan waktu. Dengan demikian, perlu ada penentuan KD atau kelompok KD yang dikembangkan perangkat pembelajarannya menurut skala prioritas atau tingkat esensialitas KD-KD tersebut.

Praktik Pengalaman Lapangan Program Studi PPG

PPL mencakup kegiatan praktik pembelajaran dan non-pembelajaran, praktik Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan praktik industri. Kegiatan praktik pembelajaran dan non-pembelajaran serta praktik PTK dilaksanakan oleh LPTK, sedangkan kegiatan praktik industri di DU/DI dikoordinasikan oleh Politeknik.

Tujuan umum kegiatan praktik pembelajaran dan non-pembelajaran di sekolah adalah agar mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) memiliki pengalaman nyata dan kontekstual dalam menerapkan seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi penguasaan materi bidang studi secara utuh.

Tujuan khusus kegiatan praktik pembelajaran di sekolah sebagai berikut.

  1. Membentuk dan memantapkan kemampuan profesional guru secara utuh.
  2. Mendemonstrasikan kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil pembelajaran.
  3. Melakukan perbaikan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa.
  4. Mendalami karakteristik mahasiswa dalam rangka meningkatkan motivasi belajar.
  5. Mengidentifikasi permasalahan pembelajaran di kelas dan mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut secara individu maupun kelompok.
  6. Menerapkan pembelajaran inovatif yang bertolak dari suatu permasalahan pembelajaran.
  7. Menilai capaian pembelajaran mahasiswa dengan menggunakan instrumen yang dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).
  8. Menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan pembimbingan dan kegiatan pengayaan atau remedial.
  9. Menyusun rancangan dan melakukan penelitian tindakan kelas sebagai salah satu upaya mengembangkan profesionalitas guru.
  10. Melakukan remedial teaching bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Tujuan khusus kegiatan praktik non-pembelajaran di sekolah adalah mendalami, berpartisipasi, dan/atau mempraktikkan kegiatan-kegiatan non-pembelajaran yang meliputi: administrasi sekolah, kultur sekolah, ekstrakurikuler (kepramukaan, UKS, majalah dinding, dll), rapat-rapat sekolah, layanan bimbingan dan konseling bagi mahasiswa.

Tujuan kegiatan praktik PTK adalah memperbaiki praktik dan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Tujuan umum Praktik Industri (PI) adalah agar mahasiswa dapat mengamati dan mendalami prosedur dan mekanisme kerja di DU/DI secara langsung, terutama dalam bidang pekerjaan yang sesuai dengan program keahliannya.

Tujuan khusus PI adalah:

  1. Membekali mahasiswa untuk memahami situasi dan iklim kerja yang sebenarnya;
  2. Membekali mahasiswa dengan wawasan lingkungan pekerjaan di DU/DI yang berbeda dengan lingkungan sekolah;
  3. Membekali mahasiswa dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam memahami prosedur, mekanisme, dan disiplin kerja di DU/DI;
  4. Membekali mahasiswa dengan orientasi dan tujuan pekerjaan di DU/DI yang sesuai dengan program keahliannya.

Lierasi : pedoman ppg reguler ristekdikti
Sumber : https://www.silabus.web.id/sistem-pembelajaran-dan-penilaian-ppg/